pemikiran Ibn Khaldun
pemikiran Ibn Khaldun yg tertuang dalam al-Muqaddimah pada abad ke-14 hingga kini masih tetap menjadi bahan kajian menarik dan polemik di kalangan para sarjana, Timur dan BArat, muslim dan mon muslim,. hal ini menandakan bahwa pemikiran tersebut disamping memantulkan berbagai dimensi, juga mengandung nuansa kemodernan. pola siklus dalam yang dianut Ibn Khaldun telah menyebabkan sebagian penulis menuduhnya sebagai pesimis dan bahkan fatalis. Namun, sebagian lain berpendapat bahwa kesan pesimistis itu hanya bersifat moral dan hendaklah dibaca dalam bingkai pandangan positif.
dalamhubungannya dalam ilmu-ilmu sosial modern, Ibn Khaldun dalam "Ilm al-Umran yg empiris dan sistematis tidak diragukan lagi sebagai perintis ilmu-ilmu sosial. tesis itu tentu saja dapat mengubah pandangan kita selama ini tentang posisi tokoh-tokoh perintis ilmu sosial modern yg sudah terlanjur kita kedepankan seperti Niccollo Machiavelli atau auguste Comte.
demikianlah dua diskursus penting mengenai ibnu khaldun dikaji secara kritis oleh Dr. Ahmad Syafi'i Maarif dalam buku ini. kajian ini berasal dari penelitian penulis pada pustakaan institut Kajian Islam Universitas McGrill, KAnada. sebuah gugatan ilmiah yg sarat dengan argumen-argumen historis-historis.
Ibnu Khaldu dalam Dr. Ahmad Syafi'i Maarif.Pandangan Penulis Barat Dan Timur. Jakarta 1996.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar