Keputusan perang dalam islam hanya akan dilakukan pada melawa kedhaliman. Rasulullah hanya akan memperbolehkan berperang jika kaium kafir berkonspirasi serta berusaha memfitnah dan melawan kaum muslimin. Perang dalam Islam hanya sebagai pembelaan terhadap akidah bukan alat untuk memperluas wilayah atau kepentingan politik, artinya pernag dalam islam bukan untuk kepentingan politik namun DEMI kepentingan KEYAKINAN atau akidah. RAsul tidak memerintahkan perang seandainya tidak ada konspirasi orang musyrik untuk melukai kaum muslim dengan kedhalian, penyiksaan, dan penindasan. sesuai denagn ayat al-Quran al-Hajj(22):39,40 " telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar maha kuasa menolong mereka itu ( Yaitu) orang0orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan Kami hanyalah Allah " INGAT!! keputusan perang dalam islam HAnya untuk melawan kedhaliman bukan untuk memperluas wilayah/politik yang terjadi saat ini.. ( Runtuhnya Negara MAdinah, hlm 8. Jamal AlBAna. 2005. Yogyakarta:Pilar Media-Anggota IKAPI
karakteristik seorang nabi harus berbeda dengan seorang raja. Raja bagi Sahabat adalah orang yang cacat moral. Mereka mencela Muawiyah ketika ia mewariskan kekuasaan pada Yazid. Karena hal ini akan menjadikan kekhalifahan menjadi sebuah monarkhi dan kekaisaran secara turun temurun. Posisi seorang nabi lebih tinggi beberapa tingkat dari seorang raja. Sungguh perbedaannya sangat jauh antara orang yang menunjukkan manusia dan mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya keimanan, denagn orang yang membuat kerusakan di bumi, menjadikan penghuninya yang mulia menjadi hina dan mengeluarkannya dari cahaya kebebasan menuju kegelapan penjara. Bagaiamana mungkin Rasul yang hari-harinya dilalui denagn tanpa nyala api dalam rumahnya, yang hanya cukup dua potong roti dalam dua hari berturut-turut dan tempat tidurnya dari kulit yang sangat tipis dapat dibandingkan dengan raja-raja yang dapurnya tidak pernah padam sehari semalam dan menu makanannya serba ada baik daging, minuman, manisan,... Dulu, kehidupan orang Arab sangat sederhana. Arab melihat kekayaan dari kacamata nilai-nilai luhur kenabian yang dapat digambarkan sebagai beriku: " Ketiak kalian pagi menggunakan panci, maka sore harinya pun harus menggunakan panci yang sama, letakkan antara panci tersebut satu piring/nampan dan simpan yang lain serta tutupilah rumah kalian sebagaimana kalian menutupi ka'bah".
siakap Rasul sangat sesuai dengan al-Qur'an dalam menolak monarkhi, pemerintahan dan kekuasaan. Alkisah saat dimadinah beliau menolak harta, jabatan, atau kekuasaan yang diberikan pembesar Quraisy kepada RAsulullah. Beliau seorang pemimpin yang ditaati dan dicintai dan tidak membebankan rakyat sedikitpun. Ia selalu hidup denagn keprihatinan, kebersahajaan, dan kesederhanaan. hlm 23
tentara yang digunakan Rasul dalam perang Badar adalah tentara Primitif yang sukuisme, yang berkumpul ketika terjadi perang dan tercerai berai ketika perang telah usai. Kemudian ketaan kepada Rasul bukan karena Rasul mewajibkan melainkan keinginan mereka sendiri dengan sukarela karena keyakinan mereka bahwa Rasul adalah utusan yang dipilih Allah, yang dipilih-Nya, diutus-Nya, dan dikuatkan-Nya. Bagaimana mungkin mereka menentang. hlm 36
Meskipun perang dibenci umat islam pertama, tapi perang merupakan sunattullah an kebutuhan masyarakat yang didalamnya juga terdapat "Khairan Kasian" (kebaikan/kemaslahatan yg banyak). kemaslahatan tersebut adalah denagn perang. kita tidak tunduk kepadapeguasa Tirani dan Otoriter. Karena kelaliman mereka akan semakin merajalela sampai tingkat memperbudak manusia dan tidak memberikan kebebasan bila tidak ada perang. karena kelaliman adlah tabiat manusia yang akan selalu muncul, jika tidak dihentikan dengan kekuatan. perang disini adalah untuk melindungi kebebasan yang diungkapkan al-Quran " supaya jagan ada fitnah" (QS al-Anfal 8:39). Artinya supaya manusia tidak menyimpang dari akidah mereka denagn kekuatan. Islam tidak mengagungkan perang untuk perang namun untuk kebutuhan jika terjadia malapetaka, maka peranglah untuk melindungi hak-hak dan kebebasan sesuai perintah Allah. hlm 46
Tidak ada komentar:
Posting Komentar